Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Malu Bertanya Jadi Malu-Maluin

sumber: Kompas “Malu bertanya, sesat di jalan.” Begitu bunyi pepatah yang menggambarkan betapa ruginya seseorang yang merasa malu, malas, gengsi atau seribu penyakit lainnya, sekedar untuk bertanya mengenai sesuatu yang belum diketahui. Meski bukan merupakan dosa kecil (apalagi besar), namun tetap saja, banyak orang yang enggan untuk bertanya, bahkan ketika sudah kepepet sekalipun. Termasuk saya, hehe. Dan hasilnya seperti kata pepatah. Saya tersesat, terjebak, terhenti, sampai tertawa terbahak-bahak usai kejadian memalukan yang kami (saya dan Mama) alami beberapa saat lalu. Tepatnya pada tanggal 18 Desember 2015, ketika kami menghadiri Malam Penganugerahan ICRC Blog Competition di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. Ceritanya, saya menjadi juara paling bontot alias juara harapan di kompetisi tersebut dan diundang untuk penyerahan hadiahnya. Momen itu, untuk pertama kalinya saya bersedia hadir di acara penganugerahan karena sedang mengambil cuti panjang bekerja a

Menjadi Kebanggaan, Wujud Kasihku untuk Mama

Hari-hari setelah November adalah hari-hari paling menyesakkan untukku, sebab statusku telah berubah dari yang semula karyawan menjadi tidak bekerja alias menganggur. Waktu yang terus berjalan menuju pertengahan Desember membuat perasaanku semakin gundah gulana. Ke mana lagi harus mencari pekerjaan? Tak hanya aku, Mama, Papa, Mba, semua ikut merasakan kegundahan yang tak kunjung berakhir. Mba Arum menghubungi siapa saja yang mungkin memiliki info lowongan. Begitupun Mama dan Papa. Kepala Mama mendadak sering pusing memikirkan nasibku, sampai beliau chek up ke rumah sakit dan dokter mendiagnosa: darah tinggi. Mama mulai berpikir macam-macam, mencontohkan pelanggannya yang meninggal secara mendadak karena darah tinggi, membuatku merasa menjadi ‘penyakit’ bagi ancaman kematian Mama. 14 Desember 2015 adalah hari kelahiranku, tetapi aku sama sekali tidak peduli. Bahkan ketika Mama memberikan kado untukku, aku sama sekali tidak excited. Sambil mengucap terima kasih, ak